utang copy

Utang atau Hutang?

utang copySeperti yang terjadi pada kata-kata tertentu lainnya, penggunaan kata utang dan hutang baik dalam kegiatan berbahasa lisan maupun bahasa tulisan bersaing ketat.  Tidak sedikit yang mengatakan utang, banyak pula yang mengatakan hutang.  Lalu, dari dua kata tersebut, mana yang lebih tepat kita gunakan dalam kegiatan berbahasa sehari-hari?

Untuk menjawab persoalan apakah utang atau hutang yang dianjurkan untuk digunakan, ada baiknya kita merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Keempat.  Dalam KBBI tersebut pada halaman 1540  tertera entri utang yang digolongkan ke dalam nomina atau kata benda.  Arti yang diberikan ada dua, 1 uang yang dipinjam dari orang lain, 2 kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

Kata utang dalam KBBI Edsi Keempat diturunkan menjadi beberapa kata turunan yaitu 1 meng.u.tangi, 2 meng.u.tang.kan, 3 peng.u.tang, 4 utang.an, 5 ber.u.tang, 6 per.u.tang.an, 7 mem.per.u.tang.i, dan 8 mem.per.u.tang.kan.  Adapun entri hutang dalam KBBI Edisi Keempat memang akan kita dapatkan akan tetapi kita langsung dirujuksilangkan kepada entri utang.

Berdasarkan kepada penjelasan KBBI di atas, dapat kita katakan bahwa lema yang diakui dan dianjurkan untuk digunakan adalah lema utang, bukan hutang.

Terima kasih pembaca telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat, walaupun setelah kita mengetahui kata utang lebih tepat, tapi utang kita ke kantor atau ke teman saat ini toh tidak menjadi berkurang..he..he..

Rujukan: Pusat Bahasa Depdiknas. 2014. KBBI Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

One Comment

  • kek shodiq mengatakan:

    Artikel menarik ustadz, bagaimana dengan kata “piutang” atau “utang-piutang” apakah berasal dari kata dasar yang sama? Ditunggu tausyiahnya tentang “utang syar’i” (ada juga kali istilah seperti ini ustadz.) he..he.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *