tidur-siang

Tidur siang

Allah menciptakan bumi beserta isinya sebagai tempat tinggal bagi para makhluk ciptaan-Nya. Salah satunya adalah manusia. Allah menciptakan manusia tidak hanya untuk sekadar menciptakan saja, melainkan untuk beribadah kepada Allah. Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

 “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

(Q.S. Adz Dzariyat:56 ).

Dan Allah tidak hanya menciptakan manusia saja, akan tetapi ia juga menciptakan siang dan malam. Allah menciptakan siang agar kita mencari sebagian karunia-Nya dan Allah menciptakan malam agar kita beristirahat pada waktu itu. Di kala kita lelah setelah mencari karunia-Nya pada siang hari. Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (Ar-Rum:23)

Di dalam siang dan malam itu juga terdapat sunnah nabi atau amalan-amalan yang Nabi Muhammad perintahkan kepada kita suatu sunnah atau amalan yang menjadikan kehidupan kita terhiasi oleh sunnah-sunnah atau amalan-amalan itu sendiri. Akan tetapi banyak sekali di kalangan kaum muslimin melupakan sunnah-sunnah tersebut. Salah satun amalan yang banyak terlupakan adalah “Qailullah”.

Qailullah atau yang biasanya disebut tidur siang merupakan suatu amalan dari amalan-amalan yang bertujuan untuk menyelisihi perbuatan setan. Di sisi lain itu juga membantu untuk membantu si pelaku agar dapat bangun malam untuk melakukan shalat tahajud atau shalat witir.

Para ulama menjelaskan perihal waktu qailullah. Ada yang mengatakan “sebelum dzuhur “ , kecuali pada hari Jum’at, jika hari Jum’at setelah salat Jum’at.

Anas bin malik berkata bahwa para sahabat biasa melaksanakan salat Jum’at kemudian tidur setelahnya. (H.R. Bukhari dalam Adabul Mufrad, dan disahihkan oleh Syekh Al-BaniNno. 945 )

Dengan ini kita telah mengetahui bahwa tidur siang adalah suatu perintah dari Nabi Muhammad. Mari kita menghidupkan sunnah yang terlupakan ini walau hanya 5 menit sehari karena keterbatasan waktu di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah yang kita cintai ini.

 

Penulis : Yahya Adli Dharmawan (Kelas IX MTs Ibnu Taimiyah)

 

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *