tidur-ala-nabi

Tidur Ala Nabi – salallahu alaihi wa sallam- (bagian ke-1)

Tidur merupakan suatu perbuatan yang pasti dilakukan setiap makhluk di muka bumi ini tanpa terkecuali.  Tahukah Antum tidur merupakan kematian kecil? Rasulullah  salallahu alaihi wa sallam  biasanya berdoa ketika bangun tidur dengan doa yang telah kita ketahui, yaitu

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا إليه النشور

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nyalah kami kembali”.

Allah – subhanahu wa ta’ala –  berfirman pada surat Az-Zumar ayat 42 yang artinya, “Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang telah ditentukan”. Kedua bukti tadi menunjukan bahwa tidur merupakan kematian kecil. Allah ambil roh dari tubuh kita untuk beberapa waktu dan mengembalikannya lagi.

Tidur juga tidak hanya untuk menghilangkan rasa capek, letih, lelah, dan saudara-saudaranya. Akan tetapi, tidur juga bisa mendatangkan pahala untuk kita, bagaimana caranya?, caranya adalah dengan mengerjakan sunnah-sunnah yang dianjurkan oleh Nabi kita – salallahu alaihi wa sallam – ketika ingin tidur ataupun setelahnya.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sunnah-sunnah ketika ingin tidur yang telah terlupakan oleh manusia, termasuk saya juga, he..he.. Yuk kita bahas sunah-sunah Nabi yang sudah banya terlupakan ini satu persatu.

  1. Segera tidur kecuali ada keperluan

Tidur cepat atau lebih awal dapat membantu kita dalam mengerjakan salat malam. Akan tetapi banyak sekali di antara kita berbincang-bincang, menggibah seseorang, atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat sesudah salat isya hingga larut malam. Akhirnya salat malam pun terlewatkan.  Oleh karena itu, Rasulullah – salallahu alaihi wa sallam – membenci tidur sebelum isya dan mengobrol sesudahnya. (H.R. Al-Bukhari (no.568) dan Muslim (no.647) dari Abu Barzah).  Adapun orang-orang yang tidak tidur karena tugas, menjamu tamu, atau uzur syar’i, maka tidak termasuk dalam hadis Nabi tersebut.

  1. Berwudhu

Banyak di antara kita yang mungkin tidak sengaja meninggalkan sunnah ini karena banyaknya kegiatan. Rasulullah – salallahu alaihi wa sallam – bersabda:

إذا أتيت مضجعك فتوضأ وضوءك للصلاة

“Jika engkau hendak mendatangi pembaringanmu maka berwudhulah seperti engkau akan mengerjakan shalat”. (H.R. Al-Bukhari (no.247,6311) dan Muslim (no.2710)). Sunnah ini bertujuan agar diri kita tetap dalam keadaan suci apabila kita tidak diberi oleh kesempatan oleh Allah lagi untuk bangun dari tidur kita. Berwudhu sebelum tidur dapat memelihara hamba dari gangguan setan.

  1. Mengerjakan salat witir

Wudhu sebelum tidur aja malesnya tak tertulung, apalagi yang ini ya. Rasulullah – sallallahu alaihi wa sallam – bersabda :

الذي لا ينام حتى يوتر حازم

“Orang yang tidak tidur sebelum mengerjakan shalat witir itu adalah orang yang memiliki tekad kuat”. (H.R. Ahmad (I/170) dari Said. Lihat Shahih al-Jami’ (no.5493)). Abu Hurairah berkata, “ kekasihku mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan salat dhuha, dan berwitir sebelum tidur”. (H.R. Al-Bukhari (no.1981) dan Muslim (no. 721) dari Abu Hurairah).

Akan tetapi bagi orang yang telah terbiasa bangun sebelum fajar atau salat malam di akhir malam maka yang lebih baik adalah menunda witir hingga waktu tersebut.

Berlanjut pada tulisan berikutnya, insya Allah.

Penulis: Yahya Adli Dharmawan(Kelas IX C)

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *