Santri Putra PYIT latihan Beladiri Sambil Mandi Hujan

 

Menghadapi UN boleh sibuk belajar, semuanya boleh dikonsentrasikan untuk memenangkan ujian, tapi bagi para santri Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah memang tak ada hari tanpa olahraga, kalau tidak futsal ya basket, ya badminton, ya sepak takraw, ya kejar-kejaran, ya ganggu teman  dan seterusnya.  Kali ini, disore hari hujan kegiatan sebagian mereka mandi hujan sambil olahraga Beladiri.   Maka berikut sambil menunggu postingan tentang pengumuman kelulusan Test PSB bagi calon santri baru, kami sajikan sedikit tentang Beladiri Wing Chun.
Style Bailong Wingchun
Materi yang diajarkan perguruan Wing Chun Bailong sangat unik karena wingchun yang diajarkan bukanlah wingchun cabang Yip Man, Koo Lo, Jiu Wan, dsb. Namun wingchun yang dipelajari adalah Wingchun Shaolin yang tradisional, berakar dari pendekar Yim Wing Chun Jadi, style Bailong Wingchun adalah wingchun-shaolin.
Pukulan dan Tendangan
Walaupun asalnya merupakan beladiri khusus perempuan, teknik wingchun amatlah efektif dan mematikan. Teknik pertarungan jarak dekat ini didominasi oleh tigaperempat pukulan dan hanya sedikit sekali tendangan. Tak heran, di Bailong Wingchun terdapat 50 macam pukulan, tetapi hanya ada tiga macam tendangan, yaitu chuaitui, dengtui dan cechuaitui, dengan kombinasi empat macam kuda-kuda, yaitu mabu, dingxie, gaibu dan dulipu. Namun dari semuanya bisa menghasilkan 500-an kombinasi yang menakjubkan, bahkan serangan bisa ditutup dengan kunci-kuncian yang dahsyat.
Prinsip Pertahanan dan Serangan
Wingchun memiliki prinsip maju tak gentar alias “Pertahanan Terbaik adalah dengan Menyerang” Tak ada kata mengindar. Tangan dan kaki diadu semuanya. Untuk mendukung prinsip ini, wingchun menerapkan konsep “garis lurus” pada posisi tubuh /shenxing, yaitu membayangkan adanya garis lurus mendatar ditarik dari mulai dada seorang pendekar wingchun sampai ke dada lawannya, yang diterapkan pada pertahanan dan penyerangan ke sasaran-sasaran utamanya seperti kemaluan, uluhati, tenggorokan, hidung, dan mata yang berada di dekat garis lurus tersebut.  Karena itu, serangan wingchun sangat efektif dan efisien. Serangannya tak membutuhkan banyak tenaga, karena tenaga rantai pukulan didapatkan dari seluruh tubuh akibat ditekuknya siku saat memukul, bukan sekadar dari ayunan tangan belaka.  Selain itu, otot harus relaks pada saat membombardir lawan dengan rentetan pukulan. Tidak boleh tegang dan dikeraskan.  Jika tidak, akibatnya akan mengurangi kecepatan dan power. Dengan demikian, dampaknya cidera bagi lawan akan lebih besar daripada sekadar mengandalkan tenaga dari ayunan dan momentum.
Beberapa Latihan Pendukung
Perlu dicatat, sebelum tangan yang ditekuk dapat menghasilkan tenaga yang kuat, tangan haruslah kuat dan padat. Karena itu, ada beberapa latihan fisik khusus untuk membentuk otot tangan dan bahu, baik otot luar maupun otot dalam. Misalnya, push-up tahan, jatuh-bangun-mabu, pukulan tapak pada benda keras, membenturkan tangan dengan tangkisan pada mok yan jong atau wooden dummy, memukul dengan tangan lurus ratusan kali, dan sebagainya.
Bufa atau pola langkah (footwork) juga dilatih sedemikian rupa, sehingga dapat menjangkau jarak yang agak jauh, atau “masuk” ke lawan dengan tak terduga. Dasarnya diolah dari mabu, dingxie, gaibu, dan dulipu. Pendekar wingchun yang mahir akan membentuk pola langkah yin-yang untuk bersiap-siap menghadapi lawan, apalagi jika lawannya lebih dari dua orang.
Di samping itu, yang tak kalah pentingnya adalah mengolah pernafasan qi gong. Gunanya untuk membentuk tenaga tubuh, sehingga tenaga serangan dan pertahanan akan lebih dahsyat, serta berguna untuk penyembuhan diri. Karena itu di Bailong Wingchun, siswa juga diajarkan qi gong.
Sebagaimana Shaolinshe, pertanyaannya adalah apakah dasar-dasar akrobat juga dilatih? Jawabannya ya, tentu saja Karena asalnya adalah teknik perempuan, maka teknik akrobat yang dilatih hanya sedikit, yaitu gunfan atau rol depan, sway, dan jatuh-bangun-mabu. Selain memperkaya serangan, latihan-latihan ini juga berguna untuk membentuk otot serangan dan pertahanan.
Sumber: http://nagaputihdotwordpressdotcom

5 Comments

  • I have to say, while looking through hundreds of blogs daily, the theme of this blog is different (for all the proper reasons). If you do not mind me asking, what’s the name of this theme or would it be a especially designed affair? It’s significantly better compared to the themes I use for some of my blogs.

  • hilmi mengatakan:

    mantap bnged…….

  • ido ibin aitam mengatakan:

    kenapa seragam olahraga hanya pelatihnya saja, fasilitasi jg unt ank muridnya bahkan penting unt mendorong rasa antusias peserta didik, Jgn compang camping bgitu. Trima kasih

    • admin mengatakan:

      Iya ya… mudah2an para wali santri tergerak hatinya setelah melihat hal ini, sehingga bulan depan pada membelikan seragam anak-anaknya, syukur-syukur 1 santri non yatim punya 2 stel baju seragam untuk 1 stel dihadiahkan kepada temannya yang yatim, Afwan.-

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *