remaja-bukan-benalu

Remaja Bukan Benalu

“ Kenapa sih remaja sekarang taunya cuma nongkrong, pacaran, dan tawuran ? Gak pernah bikin orang tua senang ? Kita kan cape membiayai mereka sekolah. Saya ingin anak saya jadi anak yang shaleh, jadi kebanggaan orang tua, dan menjadi anak yang shalih, tapi nyatanya anak zaman sekarang hanya jadi benalu.” Demikian yang dikatakan oleh salah seorang wali santri saat memasukan anaknya ke sebuah pesantren. Remaja = benalu

Bener gak sih ? Sahabat muda, kalo kita pikir-pikir memang bener sih remaja kita saat ini sangat memprihatinkan. Coba deh kamu perhatikan keadaan remaja kita saat ini, sebagian besar waktu mereka dihabiskan dengan huru-hara. Pacaran, tawuran, dan nongkrong dipinggir jalan sudah menjadi rutinitas tanpa memperdulikan masa depan.

Kita sering mendengar dari media masa banyak kasus kriminal yang dilakukan oleh kaum remaja. Bahkan yang lebih menyayat hati, 80% remaja di kota x remaja putrinya sudah tidak perawan lagi. maka tidaklah heran kalau banyak orang bilang remaja saat ini taubahnya seperti benalu yang menggerogoti kewibawaaan keluarga, masyarakat, dan umat. Saat ini remaja lebih betah hidup sebagai brandalan dari pada jadi orang terpelajar. Lalu yang jadi pertanyaan “ Apakah kita selaku remaja mau terus-terusan dicap menjadi benalu masyarakat yang kerjanya merugikan orang yang disekitar kita ?” Tentu kalau kita remaja yang masih sehat akalnya akan menjawab tidak. Nah yang menjadi pertanyaan kedua, langkah apa dan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi madu masyarakat?.

Sahabat muda, tidak usah bingung, tidak banyak yang harus kita lakukan. Kita cukup membuktikan pada masyarakat bahwa kita bisa menjadi madu ayng memberikan manfaat bagi kemajuan umat dengan menggali potensi yang kita miliki. Menunjukan prestasi kita kepada mereka  serta membuktikan bahwa kita pun bisa berubah menjadi seorang remaja yang bermanfaat bagi umat manusia.

Kita sadari, kita orang biasa. Banyak kekurangan, kegagalan, dan keterbatasan yang kita miliki. Tapi itu bukan masalah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengembangkan segala potensi yang kita miliki untuk kemajuan umat manusia. Bukankah banyak orang hebat sukses yang lahir ditengah himpitan masalah dan kegagalan ? Banyak orang besar sukses setelah mendapatkan hinaan, ejekan, serta label-label yang membuat mereka jatuh. Tapi dengan ketegaran dan kemauan besar untuk berubah akhirnya mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi kemajuan umat. Bahkan Nabi kita yang mulia Muhammad – beserta para sahabatnya pun harus rela melakoni ribuan kegagalan sebelum sukses dalam berdakwah yang pengaruhnya mendunia. Demikian pula sederet tokoh-tokoh spektakuler di dunia ini yang berhasil memberikan kemajuan bagi umat. Semuanya selalu mengalami kegagalan, ketekunan, tantangan, sebelum akhirnya mencapai keberhasilan ayng gemilang.

Nah , sahabat muda saya akan mengajak kamu mendobrak segala kesesatan berfikir, karakter, gaya, dan perilaku hidup kamu yang selama ini menganggap masa remaja adalah masa untuk bersenang-senang tanpa berfikir untuk menolehkan sejarah prestasi dan mengembangkan potensi yang Allah berikan kepada kita. Karena banyak hal yang menyebabkan cita-cita, obsesi, dan tujuan hidup kamu selama ini selalu mentah dan bahkan selalu gagal hanya semata dipicu oleh kesesatan berfikir kamu dalam memaknai masa remaja. Karena boleh jadi apa yang kamu anggap sebagai prinsip hidup ( Tawuran, pacaran, nongkrong, dan seks bebas ) sama sekali berpangkal pada pemikiran dan prinsip hidup yang salah.

So, yuk kita sama-sama menggali potensi kita yang terpendam. Kita rangkai pola pikir, kita yang salah, memanfaatkan kekuatan yang tercecer  menyusun prinsip hidup yang terbengkalai, menggubris segala pikiran kotor. Lakukan semua itu agar diri menjadi remaja berprestasi.

  1. Galilah potensi dirimu

Allah berfirman :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

  1. dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Q.S. An Nahl: 78)

 

Sahabat muda, Allah menciptakan ke dunia ini dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Namun dengan rahmat-Nya yang luas. Allah menciptakan manusia dengan pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai modal ntuk belajar dan menggali potensi Allah—yang hanya dianugrahkan kepada manusia. Manfaatkanlah penglihatan kita untuk melihat hal-hal yang positif dalam hidup. Pendengaran untuk mendengar berita yang baik dan mentadabburi tujuan hidup kita. Galilah potensi dirimu yang terpendam, ukirlah prestasi dalam hidupmu. Jangan sia-siakan masa mudamu yang berharga, karena masa muda adalah masa keemasan untuk mengukir prestasi. Yakinlah bahwa setiap kita memiliki kekurangan dan kelebihan. Buktikan pada umat bahwa remaja pun bisa menjadi madu umat yang bisa dihisap dan dipetik sarinya oleh banyak manusia

 

  1. Ubahlah paradigma anda

Kita adalah orang yang biasa mengalami kegagalan, rintangan, dan tantangan. Ubahlah paradigma hidup anda, janganlah menyalahkan keadaan, tapi ubahlah keadaan dirimu dengan terus meminta pertolongan kepada Allah, karena Allah—tidak mengubah suatu kaum hingga kaum tersebut mengubah diri mereka sendiri. Jangan pernah menganggap bahwa masa muda untuk bersenang-senang. Ubahlah pola pikir anda yang salah. Jangan mempersalahkan kelemahan. Tapi ubahlah keterbatasan kita menjadi remaja-remaja yang berprestasi. Lawanlah kebekuan cara pandanganmu. Jangan pernah menganggap masa muda untuk bersenang-senang. Ubahlah pola pikir anda yang salah. Jangan mempersalahkan kelemahan tapi ubahlah keterbatasan kita menjadi remaja yang berprestasi. Lawanlah kebekuan cara pandanganmu, jangan pernah menganggap bahwa kita diciptakan Allah — ke dunia dengan sia-sia. Kita mempunyai tujuan hidup yang besar, yaitu menjadi hambanya yang betakwa. Karena setiap perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan oleh Allah –

 

  1. Manfaatkanlah setiap momentum

Kalo kita hitung-hitung waktu yang diberikan kepada kita sama, yaitu 24 jam dalam sehari semalam. Namun, hasil dan buahnya berbeda. Kesempatan adalah waktu yang sangat berharga. Manfaatkanlah setiap detik, kesempatan yang baik dalam hidup kita. Sibukanlah diri kita dengan kebaikan karena barang siapa yang tidak menyibukan diri dengan kebaikan, niscaya akan disibukkan dalam keburukan. Jangan pernah sia-siakan kesempatan kebaikan, sebelum kita disibukan oleh keburukan. Manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Dimana setiap hamba kembali seperti layaknya seorang anak kecil yang lemah lagi rapuh. Yakinlah setiap detik kesempatan dan nafas yang kita hirup akan dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya. saat itu tidak ada yang menolong kita, selain amalan shaleh yang kita lakukan.

 

  1. Milikilah visi dan cita-cita yang tinggi

Belajarlah dari orang-orang besar. Orang-orang besar memiliki visi, misi, dan cita-cita yang besar. Memiliki cita-cita adalah keharusan yang harus ditanamkan dalam dada-dada kita kemudian direalisasikan dengan amalan kita. Cita-cita adalah impian dan sesuatu yang harus anda lakukan. Dengan memiliki visi, misi, dan cita-cita yang besar, akan membuat hidup anda bergairah karena cita-cita bagaikan mimpi untuk memupuk harapan karena orang-orang yang memiliki visi dalam hidupnya akan lebih siap menghadapi ,asa depan yang handal dalam menghadapi rintangan dalam hidupnya. Namun visi dasar yang harus kamu tanamkan dalam dirimu adalah berusaha menjadi muslim yang shaleh yang berguna bagi umat dan tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian bagi sekelilingnya. Karena Rasulullah – bersabda : “ Orang muslim adalah orang muslim yang menyelamatkan muslim lainnya dari kejahatan lidah dan tangannya.” ( H.R Muslim )

 

  1. Ukirlah prestasi dalam dirimu

ukirlah setiap prestasi dalam hidupmu, yakinlah bahwa kita bisa. Kesuksesan adalah prestasi ayng gemilang, bukan hanya milik orang kaya dan pintar, prestasi gemilang adalah hak semua orang, termasuk anda. Dan tataplah masa depanmu dengan penuh keyakinan, karena prestasi yang gemilang adalah milik orang yang mau menata masa depan dengan optimis.

 

  1. Optimis, berpikir jernih dan terus berdoa

Nah sahabat muda, mari kita gali potensi diri kita. Ubahlah paradigma kita selama ini, yang salah tentang remaja. Manfaatkanlah setiap kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Sehingga kamu bisa meraih prestasi yang gemilang dan berubah menjadi remaja yang berprestasi dan bermanfaat bagi umat dan tidak menjadi benalu yang menggeregoti martabat dan kewibawaan umat.

 

Rasulullah – bersabda :

“ Demi Allah kaulah seorang yang mendapat hidayah melalui perantaramu maka sungguh hal itu jauh lebih baik dari pada unta merah.” ( Muttafaqun alaihi )

 

 

Penulis : Ust. Riza Afrizal

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *