nyaris

NYARIS atau HAMPIR ?

nyarisPembaca Pesona Bahasa yang berbahagia, alhamdulillah kami dapat hadir menyapa kembali pembaca setelah sekian lama tidak ada postingan baru. ‘Ala kulli haal, mari kita simak pembahasan pesona bahasa kali ini yaitu tentang kata nyaris dan hampir.

Ada apa gerangan dengan dua kata ini, hampir dan nyaris? Dua kata ini memang memiliki makna yang sama yaitu “sesuatu yang hampir terjadi”. Namun, pembaca budiman, penggunaan dua kalimat tersebut tenyata sedikit berbeda. Ini dibahas dalam bab diksi, yaitu ketepatan penggunaan sebuah kata dalam kalimat.

Perhatikan dua kalimat berikut;

1)       Anak itu nyaris tenggelam di sungai.

2)       Anak itu hampir tenggelam di sungai.

Menurut hemat pembaca, mana yang lebih tepat? Kalimat 1) atau 2)? Ya benar, kalimat 1), Anak itu nyaris tenggelam di sungai lebih tepat digunakan karena kata nyaris lebih wajar atau eksplisit daripada kata hampir karena berkaitan dengan sesuatu yang membahayakan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia versi dalam jaringan (daring) menjelaskan kata nyaris dan hampir sebagai berikut.  nya·ris adv hampir saja terjadi (terutama tt sesuatu yg membahayakan). ham·pir adv 1 kurang sedikit; nyaris.

Apakah kalimat 2) dikatakan salah? Tidak juga. Boleh-boleh saja menggunakan kata hampir seperti dalam kalimat 2) tersebut. Namun apabila kita telisik dari sisi diksi, kata nyaris lebih tepat digunakan karena berkaitan dengan sesuatu yang membahayakan.

Referensi:

  1. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php diunduh tanggal 14 Februari 2016.
  2. Sartuni, Rasyid. 2000. Aplikasi Bahasa Indonesia di PT. Bogor: Maharani Press.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *