near-death-experience

Near Death Experience

Kehidupan tak luput dari yang namanya kematian. Masa muda juga tak luput dari yang namanya masa tua. Kesehatan juga tak luput dari rasa sakit. Dan berbagai hal dari kehidupan kita juga tak luput dari sebagian yang lainnya.

Namun inti dari kedua hal yang selalu bertentangan tersebut bukanlah hal-hal tersebut, akan tetapi inti dari kedua hal tersebut adalah proses yang terjadi antara kedua hal yang bertentangan tersebut.

Apakah pada proses itu kita jalani dengan baik atau sebaliknya? Nah jika kita berbicara tentang kematian, kita akan berjumpa dengan istilah mati suri. Pada edisi ini akan dibahas seputar mati.

Secara umum telah kita ketahui bahwa yang namanya mati suri itu adalah hidup kembali setelah mati. Namun, bagaimana pengertian mati suri menurut pakar kesehatan? Berikut ini penuturan dari mereka:

“Secara medis kita belum jelas betul seperti apa prosesnya dan apa yang terjadi masih belum tahu,” ujar dr. Manfaluthy Hakim, SpS dari departemen neurologi FKUI saat dihubungi detikHealth (1/8/2012).

dr. Manfaluthy menuturkan untuk menentukan kematian perlu menilai dari denyut jantung dan pembuluh darah serta fungsi otak. Secara fisik tidak adanya reaksi pupil terhadap sinar, karena kalau sudah mengalami mati otak maka reaksi pupilnya negatif, pupil akan melebar dan saat diberi sinar tidak bereaksi.

“Pada orang mati suri kemungkinan belum mati otak, tapi henti jantung. Peredaran darah berhenti tapi otaknya masih berfungsi. Nah, kenapa masih berfungsi saya tidak tahu,” ujar dokter yang berpraktik di RSCM dan RS Medistra ini.

dr. Manfaluthy menjelaskan seharusnya jika otak kekurangan oksigen tiga menit saja maka bisa terjadi kerusakan permanen di otak. Namun nyatanya pada orang dengan mati suri kondisi ini bisa kembali lagi ke normal, denyut jantung ada lagi, dan tidak mengalami kerusakan otak.

Sementara itu jika dilihat dari sisi psikologis, psikolog Efine Indrianie, M.Psi. menuturkan mati suri ini berhubungan dengan otak dan biasanya identik dengan titik balik seseorang.

“Saat mati suri, memori psikologis seseorang direset total jadi nol lagi sehingga mengalami rekonstruksi ulang dari kepribadian seseorang. Biasanya orang-orang yang mengalami mati suri mengalami tahap rekonstruksi ulang dari kepribadiannya ke arah yang lebih baik,” ujar Efnie.

Efnie menuturkan tak sedikit orang saat mati suri melewati tahap yang mana ia menghadapi situasi di alam lain, menerima punishment dari apa yang dia lakukan selama ini. Proses ini menjadi pembelajaran bagi diri seseorang yang memicu traumatis dan membuatnya tidak mau balik lagi ke masa lalu.

“Ketika mati suri seseorang masuk ke fase pembelajaran tahap baru karenanya ia mengalami perubahan dalam perilaku dan personality ke arah yang lebih baik dan juga mengalami perubahan spiritual,” ujar Efnie yang juga dosen psikologi klinis di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Jadi Sobat, mati suri itu prinsipnya sama dengan tidur.  Allah berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”. (Q.S. Az-Zumar: 42)

 Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.

So, kita manfaatkan kesempatan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya dengan bertakwa kepada Sang Pengendali Ruh, Allah ta’ala sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Referensi:http://health.detik.com/read/2012/08/01/085448/1980022/775/mati-suri-dilihat-dari-sisi-medis-psikologis-dan-spiritual

 

Penulis : Ikhsandri Yusuf (Kelas IX C MTs Ibnu Taimiyah)

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *