ketupat lahir batin

Mohon Maaf Lahir dan Batin

salamanSelamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Demikian kira-kira kalimat yang setiap kali kita melewati Idulfitri banyak kita dapatkan.  Artikel ini akan menganalisis keakuratan bentuk kalimat ucapan selamat hari raya tersebut dari sisi ejaan.

Ada dua hal yang kurang tepat yang dapat kita temukan dalam kalimat Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.  Pertama, penulisan Idul Fitri (ada jarak atau spasi di antara dua kata tersebut) tidak sesuai dengan ejaan yang tepat. Idul Fitri seharusnya ditulis serangkai menjadi Idulfitri.  Kedua, penulisan kata Bathin belum sesuai ejaan yang baku. Bathin seharusnya ditulis batin (tanpa huruf h).

Kenapa penulisan Idulfitri harus ditulis serangkai? Idulfitri adalah istilah serapan dari bahasa Arab Id al-fitr yang berarti hari raya berbuka atau makan dan minum setelah sebulan berpuasa. Ada juga yang mengartikan hari raya kesucian atau fitrah. Karena Id atau Idul dalam bahasa Arab merupakan bentuk terikat yang harus diikuti kata lain, maka penulisannya disambung, tidak dipisah.

Demikian pula kata bathin harus ditulis batin (tanpa huruf h) karena kata tersebut diserap dari bahasa Arab باطن yang diserap menjadi batin. Sama halnya dengan kata بطل dan طاعة yang diserap menjadi batal dan taat bukan bathal dan thaat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa Edisi Keempat mencantumkan kata Idulfitri pada halaman 518. Adapun kata batin tercantum pada halaman 146.

Berdasarkan penjelasan di atas, kalimat  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin dapat kita cermatkan lagi menjadi Selamat Hari Raya Idulfitri 1436 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Referensi:
Kemdiknas. 2014. KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Majalah MAARIF, edisi 9, Ramadan 1432

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *