dijaga-allah

Mau Dijaga Allah di Masa Tua?(Nasehat Syaikh Dr. Al Juhani)

Sabtu, 3 Desember 2016, bakda subuh, Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah mendapat kehormatan dikunjungi oleh Syaikh Al Juhani, dosen di UIM Saudi Arabia. Beliau memberikan nasihat kepada jamaah salat subuh dengan membahas hadis Abdullah Ibnu Abbas tentang pengajaran Nabi kepada Ibnu Abbas dalam hadis  ihfadzillah yahfadzka….

Ibnu Abbas adalah imam dan panutan para pemuda dalam mencari ilmu. Lihatlah bagaimana usaha Ibnu Abbas dalam belajar. Jika ada di antara para sahabat yang meriwatkan hadis dari Nabi salallahu alaihi wasalam yang belum ia dengarkan, Ia pun segera mendatanginya, dan seandainya ia tidur Ibnu Abbas rela duduk sampai ketiduran di depan pintunya. Pelajaran bagi para guru agar memanfaatkan kesempatan ketika bersama santri dengan memberikan wejangan atau nasihat yang singkat.

Dalam hadis ini, terkandung fondasi dan dasar-dasar Islam. Di antara ulama yang mencoba menelaah hadis ini, mereka takjub dengan kandungan hadis ini. Menunjukkan tawadunya Nabi, Rasulullah salallahu alaihi wasalam mengendarai kendaraan yang biasa dipakai oleh kaumnya, yaitu keledai. Syaikh kembali menekankan pentingnya memberikan nasihat dan motivasi walaupun hanya satu kalimat kepada para santri. Buah dari nasihat bisa jadi tidak langsung terlihat, bisa jadi buah nasihat itu akan terlihat setelah kita meninggalkan dunia ini.

Jagalah perintah Allah dan jauhi larangan-Nya, niscaya Allah akan menjagamu. Menjaga agamamu, terlebih di zaman sekarang, zaman fitnah menjadi sangat penting. Allah akan menjaga ilmumu, badanmu dari segala penyakit, matamu, jantungmu, dan lain-lain. Saat ini betapa banyak orang dicoba dengan matanya, ataupun dengan jantungnya.

Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Berdoa adalah ibadah. Mintalah kepada-Nya apa yang kamu butuhkan, seperti dimudahkan dalam menghafal, belajar, atau kemudahan ketika ujian.  Pilihlah waktu mustajabah dalam berdoa. Misal antara azan dan iqamah dan waktu sahar.  Syaikh juga mengingatkan keutamaan waktu saat turun hujan, beliau mengatakan, “Masya Allah, Antum di sini (Bogor) hujan hampir setiap hari”. Syaikh mengimbau hadirin memanfaatkan waktu mustajabah doa dan jangan sekali-kali mengandalkan atau bersandar kepada kemampuan otak dan kecerdasan manusia. S

Syaikh mengingatkan, semakin kuat tauhid seseorang maka hubungan dirinya dengan Allah akan semakin kuat. Beliau mencontohkan Nabi Daud. Meskipun dicoba dengan penyakit bertahun-tahun, namun beliau selalu dekat dengan Allah. Begitu juga Nabi Yusuf, walaupun dibuang, dijual, dan dipenjara namun karena tauhidnya kokoh, semua ujian itu berakhir dengan kebahagiaan. Bagaimana tidak,  ia diangkat sebagai bendahara Mesir pada zamannya.

Akhirnya Syaikh menutup majelis dengan berujar, “Para santri, jagalah Allah di masa muda kalian, niscaya Allah akan menjaga kalian di masa tua”.

Penulis: Ust. Habibi Abu Samiy

 

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *