SIM2

Izin atau Ijin

SIMDalam kegiatan berbahasa sehari-hari,baik bahasa lisan maupun tulisan, kata IZIN dan IJIN sama-sama sering digunakan.  Dua kata ini sama-sama hidup dan bersaing dalam kehidupan sehari-hari. Hanya berbeda satu huruf memang, Z dan J, tapi ya tetap menjadi berbeda. Muncul pertanyaan, bentuk kata mana yang dianjurkan digunakan, izin atau ijin?

Pembaca yang budiman, sebelum kita tentukan mana yang dianjurkan digunakan, izin atau ijin, mari kita telusuri terlebih dahulu asal kata tersebut. Izin atau Ijin merupakan serapan dari bahasa Arab berasal dari kata  إذن . Kamus Dewan Edisi Keempat menuliskan kata izin berasal dari bahasa Arab dengan penjelasan arti sebagai berikut.

Izin  Ar  persetujuan membenarkan (membolehkan), kebenaran (drpd ibu bapa, ketua, dsb), perkenan (Allah): tauke itu belum lagi mendapat izin utk membuka kedai di sini; dgn izin Allah.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Keempat menjelaskan arti kata izin adalah pernyataan mengabulkan (tidak melarang dsb); persetujuan membolehkan: ia telah mendapat izin untuk mendirikan perusahaan mebel.

Selain bentuk izin dan ijin, terkadang kita menemukan bentuk kata idzin. Bentuk kata ini tidak terdapat dalam KBBI Edisi Keempat maupun dalam Kamus Dewan Edisi Keempat.   Hal ini menunjukkan bentuk kata idzin bukanlah bentuk kata yang dibakukan sehingga tidak dianjurkan digunakan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk kata izin adalah bentuk kata yang dianjurkan digunakan dalam kegiatan berbahasa sehari-hari. Adapun bentuk kata ijin dan idzin tidak dianjurkan digunakan karena dua bentuk kata tersebut bukan bentuk kata baku.

Rujukan:

Dewan Bahasa dan Pustaka. 2013. Kamus Dewan Edisi Keempat. Selangor: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Pusat Bahasa Depdiknas. 2008. KBBI Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *