Idul Adha 1433 H di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah Bogor

Allahu Akbar, Allahu Akbar, laailaaha illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillaahilhamd.  Pagi itu, Jumat (27/10) gema takbir berkumandang di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah Bogor.  Sejak pukul 05.45, beberapa ustaz, karyawan, santri, bahkan warga sekitar sudah bergegas menuju lapangan basket yang persis berada di depan kantor mudir dan bagian keuangan pesantren.

Hari itu keluarga besar Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah melaksanakan Shalat Idul Adha.  Shalat Id yang diimami oleh Ustaz Muhammad Humaedi Abdul Karim, Lc. حفظه الله tersebut  dimulai tepat pukul 06.20 WIB.  Selesai shalat id, ratusan jamaah,  termasuk ummahat (ibu-ibu) baik istri para ustaz dan karyawan maupun warga sekitar khusyuk mendengarkan khutbah id yang juga disampaikan oleh Ustaz Humaedi.  Shalat dan khutbah id selesai sekitar pukul 06.45.

Selesai menunaikan shalat id, para guru dan karyawan, dibantu warga sekitar melaksanakan penyembelihan hewan qurban.  Penyembelihan hewan qurban dipusatkan di halaman samping kiri masjid Al Fauzan.  Sementara pengulitan dan peracikan dilaksanakan di lantai bawah (basement) bangunan jemuran santri.

Hari Jumat, 10 Zulhijjah 1433, disembelih 4 ekor sapi dan 20 ekor kambing.  Hari tasyrik pertama, 11 Zulhijjah, disembelih 13 ekor kambing.  “Jadi, jumlah hewan qurban yang disembelih selama dua hari adalah 4 ekor sapi 33 kambing,” jelas Ust. Arry Trijantoro, S.E. حفظه الله, ketua panitia Idul Adha 1433 H Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah Bogor.

Distribusi daging qurban pada hari pertama difokuskan untuk warga sekitar.  Jumlah penerima daging qurban untuk warga sekitar adalah 300 kepala keluarga yang tersebar dalam tiga rukun tetangga (RT) yaitu RT 04 dan RT 05 (RW 03) dan RT 01 (RW 05) Desa Sukaharja.  Diharapkan, pendistribusian daging qurban untuk warga sekitar pada tahun-tahun berikutnya dapat meningkat.

“Selain memenuhi kebutuhan santri, karyawan, dan guru di pesantren kami yang tidak kurang dari 1000 orang, kami tetap ingin memberikan daging hewan qurban kepada warga sekitar.  Kami terbuka kepada para muhsinin, orang tua/ wali santri, atau warga sekitar yang ingin berqurban di pesantren kami pada tahun-tahun yang akan datang,”  ungkap mudir pesantren, Ustaz Haryanto Abdul Hadi, Lc., M.A. حفظه الله

Tidak lupa, setelah bersyukur kepada Allah azza wajalla, kemudian kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik lembaga maupun individu yang telah mempercayakan penyembelihan hewan qurban tahun ini kepada kami, semoga ibadah qurban Bapak, Ibu, Saudara, dan Saudari diterima oleh Allah subhanahu wataala dan menjadi amal baik yang memperberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.  Amiin.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *