cincin-kawin

Hukum Membuat Cincin Perkawinan

Syaikh Bin Baz ditanya bagaimana hukumnya membuat cincin perkawinan yang ditulisi diatasnya nama suami istri (calon mempelai) pemakainya. Misalnya sang suami menulis nama istrinya diatas cincinnya, begitu sebaliknya sang istri menulis nama suami diatas cincinnya, atau bahkan disertakan tanggal peminangan. Apakah perbuatan ini bid’ah? adakah dalil yang membolehkannya atau melarangnya? Dan bagaimana dengan perkataan Rasulullah SAW kepada seorang shahabatnya, “Berikanlah maharnya, meskipun hanya sebuah cincin besi”, apakah hal ini bisa menjadi dalil untuk menggunakan cincin pernikahan?

Jawaban Beliau:

Pertama, persoalan yang Anda kemukakan tentang cincin, baik cincin pinangan ataupun cincin perkawinan yang dipakai masing-masing pasangan tersebut, dalam Islam, tidak ada dalil yang menyuruh memakainya. Maka, perbuatan itu adalah bid’ah yang ditiru oleh seorang muslim yang lemah dari kebiasaan orang kafir. Perbuatan meniru-niru perbuatan orang kafir ini jelas dilarang oleh Rasulullah SAW:

“Siapa yang meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk ke dalam golongan kaum tersebut.” (Hadist Shahih, Musnad Ahmad, 2/50, 90, Sunan Abu Daud, Hadist no. 4031. Lihat Juga kitab Al-Irwa’, hadist no. 1269)

Kedua, Perkataan Rasulullah SAW kepada salah seorang shahabatnya, “Berikanlah mahar, meskipun hanya sebuah cincin besi,” bukanlah dalil bolehnya memakai cincin perkawinan, karena suruhan Rasulullah tersebut berkaitan dengan persoalan mahar yang harus dipersiapkan oleh seorang laki-laki yang ingin menikah. Wabilahittaufiq.

Penulis : Abu Battar

Sumber : (Fatwa Syaikh Bin Baz no. 4127, tanggal 11/11/1401 H. Diambil dari kumpulan Fatwa Syaikh Bin Baz dalam Buku:”183 Masalah Aktual Muslimah”. )

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *