tidur-ala-nabi2

TIDUR ALA NABI – SALALLAHU ALAIHI WA SALLAM- (BAGIAN KE-2)

Telah diuraikan pada edisi yang lalu tentang tidur ala nabi yaitu yang pertama ialah segera tidur kecuali ada keperluan. Yang kedua ialah berwudhu, dan yang ketiga ialah mengerjakan salat witir.

Pada kesempatan kali ini saya akan uraikan beberapa sunnah-sunnah sebelum tidur selain ketiga pada edisi yang lalu, antara lain :

  1. Mengebut pembaringan seraya membaca bismillah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إذا أوى أحدكم إلى فراشه فليأخذ دخلة إزاره، فلينفض بها فراشه وليسم الله، فإنه لا يعلم ما خلفه بعده على فراشه.

” Jika salah seorang dari kalian mendatangi pembaringannya, maka hendaklah ia meraih bagian dalam kain miliknya, kemudian mengebutnya ke pembaringan seraya menyebut asma Allah, sebab ia tidak mengetahui apa yang terjadi atas  pembaringan tersebut sepeninggal dirinya “ (H.R. Al-Bukhori no 6320 dan Muslim no 2714 dari Abu Hurairah)

 

Sunnah ini bertujuan agar kita terhindar dari serangga yang dapat menimbulkan mudhorot ketika pembaringan kosong.

 

Begitu juga apabila kita bangun dari tempat tidur kita, untuk melakukan suatu urusan seperti buang air besar, kecil ataupun minum, lalu kembali tidur hendaknya kita mengebut pembaringan terlebih dahulu.

 

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إذا قاما أحدكم عن فراشه ثم رجع إليه فلينفضه( )إزاره ثلاث مرات، فإنه لا يدري ما خلفه عليه بعد

“ Jika salah seorang dari kalian bangkit dari pembaringannya, lalu kembali lagi, hendaklah ia mengebut pembaringannya dengan kain sebanyak tiga kali, karena ia tidak tahu apa yang terjadi atas pembaringannya sepeninggalnya “ (H.R. At-Tirmidzi no 3401 dari Abu Hurairah. Lihat shahih At-Tirmidzi no 2707)

 

  1. Meniup pada tangan lantas membaca Al-Mu’awidzat dan menyapukannya ke seluruh tubuh.

Aisyah bertutur : Jika beranjak ke pembaringannya beliau menyatukan dua telapak tangan kemudian mengembus keduanya, lalu membaca qul huwallaahu ahad, qul a’udzubirabbil falaq, dan, qul a’udzu birabbinnaas pada keduanya. Selanjutnya beliau mengusap kedua tangan beliau ke sekujur tubuh yang mampu diusap. Beliau memulai dari atas kepala kea rah bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan ini tiga kali “ (H.R. Al-Bukhori no 5748 dan Muslim no 2192 dari Aisyah)

 

Sunnah ini sangat berpengaruh besar bagi kita, sunnah ini juga dapat melindungi kita dari

gangguan-gangguan setan dan hewan yang dapat memudharatkan diri kita. Jadi janganlah melalaikan sunnah ini.

 

Penulis : Yahya Adli Dharmawan (kelas IXC)

Artikel : www.ibnutaimiyah.com

Ikuti update artikel di Fans Page Info Terkini Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah
Twitter PYIT_BOGOR, instagram ibnu_taimiyah_bogor,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *