Sejarah Pesantren

Sejarah Berdirinya Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah

Pada tahun 1992 terjadi bencana tsunami di Flores.   Melihat anak-anak kecil korban tsunami yang terlantar akibat bencana tersebut menggerakkan hati para pimpinan organisasi masyarakat Islam untuk menampung mereka dalam satu lembaga pendidikan sekaligus menjadi tempat asuhan bagi anak-anak yatim terlantar.

Maka merupakan awal mula perintisan berdirinya Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah, dengan izin Allah kemudian bantuan dari masyarakat Bogor, maka pada tahun 1993 dibebaskan tanah seluas 14.000 m2 (1,4 Ha) sehingga sejak 1994 mulai dibangun lokal Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah yang bertempat di Kampung Pasir Tengah Desa Sukaharja Rt 04/03 Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.  Setelah bangunan fisik selesai maka semenjak tahun 1997 mulailah dibuka jenjang pendidikan setingkat dasar yaitu Madrasah lbtidaiyah (MI).  Karena mayoritas korban bencana tsunami Flores  1992 berada pada usia sekolah dasar. Seiring dangan bertambahnya jumlah siswa dan ragam usia siswa yatim yang diterima. maka pada tahun 1999 mulai dibuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama di  Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah.

Kemudian pada tahun 2002 mulai dibuka Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah Bogor lanjutan tingkat atas yaitu Madrasah Aliyah Ibnu Taimiyah sebagai upaya untuk meningkatkan taraf pendidikan para korban bencana alam tersebut  juga bagi para anak-anak yatim lainnya dari penjuru Nusantara.

Semenjak tahun 2005 para alumni angkatan-angkatan awal Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah telah menyebar kembali ke kampung halaman mereka dan ada pula yang meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Seiring dengan tuntutan perubahan organisasi pendidikan dan keinginan masyarakat untuk menimba ilmu pengetahuan di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah, maka mulai Tahun Pelajaran 2008/2009 dibukalah kesempatan bagi siswa non-yatim berbayar untuk mengikuti pembelajaran di Pesantren Yatim Ibnu Taimiyah bersanding dengan siswa yatim lainnya.

15 Responses to Sejarah Pesantren

  1. admin says:

    Saat ini rata-rata kurang lebih kami membutuhkan 500rb rupiah/ anak.

  2. Firdaus says:

    Assalammu’alaikum…
    Semoga Allah berikan ilmu yang bermanfaat kepada seluruh santri yatim Ibnu Taimiyah Bogor dan keberkahan bagi para asatidzah dan karyawan…Amin.. :)

  3. wahyudiman says:

    assalamu’alaikum,
    alhamdulillah ana mulai bekerja dan menuntut ilmu di pesantren, semoga allah memudahkan urusan ana dan kaum muslimin semua, amin…

  4. salimah says:

    saya dr kupang Nusa Tenggara Timur, ust… selama saya di NTT ini sy belum pernah berkmbang dakwah salaf, apa ust. mengetahui tempat ngaji d daerah NTT?

  5. destry fatonawati says:

    assalamualaikum..jk saya ingin menjadi pengajar relawan untuk para santri bs td? tp sy hny lulusan D3 informatika, syukron..

  6. Bambang Wijanarko says:

    Assalammu’alaikum…

    Berapa umur minimal anak yatim yang boleh mulai mondok dipesantren ? anak TK boleh tidak ?

    Wassalam

    Bambang

  7. kamseupay says:

    sejarah yg dituliskan oleh anak2 timur (NTT) sehingga terbentuklah ibnu taimiyah yg dikenal luas oleh masyarakat. Berjalannya waktu himpunan mayoritas anak-anak para pelaut (NTT) seolah dilupakan entah kemana, dihapus, masalah biaya, bandel, dll, wallahu a’alam.

    • admin says:

      berjalannya waktu, mereka para pengukir sejarah, tentunya sekarang sebagian ada yang melanjutkan kuliah atau bekerja seperti alumni lainnya yang bukan berasal dari NTT, menjadi kebanggaan kami sehingga kami mencatat 23 orang di LIPIA dan 8 orang di Jamiah Madinah adalah mayoritas putra-putra kami yang berasal dari timur, silakan berkunjung ke PYIT dihari-hari libur bulan Juni-Juli, biasanya banyak yang temu kangen di PYIT.

  8. ridwan sumbi says:

    Asslamu alaikum para masyekkhh kafahalukum ? Alhamdulillah semoga PYIT ttp dihati para alumunus. Bismillah dgn mnyebut nama Allah ana berharap Allah senantiasa berikan kesehatan kpd kita semua, selanjutnya stlh menempu perjalanan yg jauh mskipun diwarnai dgn bebrapa peristiwa, alhamdulillah pd akhirnya PYIT mampu meluluskan bebarapa alumnus trcatat 6 alumi jebolan PYIT ALLAHU AKBAR angka yg spektakuler mnurut ana. Dgn sgala keterbatasn ana harap inilah saatnya pihak PYIT menyelanggarakn REOUNI alumi sbgai bntuk ukhuwah dan jalinan cinta antara asatidzah serta para alumnus dgn hrapan memperoleh energi positif insya Allah, yang pada bagianya rasa kekeluargaan ttp direalisasikan mskipun dlm dimensi dan atmosfir yg berbeda. Jazakumullah kher.

  9. Umm Ibrahim says:

    Assalamu alaykum warohmatullahi wabarokatuh, Apakah yang boleh belajar disana hanya yang berstatus yatim saja ?

  10. abu nuhaa says:

    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

    Untuk jenjang Madrasah Aliyah apakah ada jurusan IPA nya ?

  11. admin says:

    Saat ini rata-rata kurang lebih kami membutuhkan 500rb rupiah/ anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>